Article

Pentingnya Mengenali Aplikasi Sebelum Install

5 min read 5 views
Pentingnya Mengenali Aplikasi Sebelum Install

Jika kalian bertanya, seberapa penting smartphone di era sekarang? Sebagian besar aktivitas manusia tidak lepas dari smartphone dengan segala kecanggihan dan aplikasi yang terinstall di dalamnya. Kegiatan seperti chatting, belanja online, dompet online, hingga menyelesaikan pekerjaan, semuanya sudah dilakukan melalui perangkat digital. Sehingga, tanpa disadari setiap aplikasi yang diinstal dapat berpotensi mengakses data pribadi pengguna.


Yang jadi masalahnya, tidak semua aplikasi yang menggunakan data tersebut dapat menyimpan data secara aman dan bertanggung jawab. Kita bisa temui banyak kasus kebocoran data dan penipuan yang bermula dari aplikasi yang terlihat normal dan aman, tapi dibelakangnya menyalahgunakan data pengguna. Berikut mari kita bahas bagaimana mengenali aplikasi yang berpotensi dapat mengambil data pribadi kamu.


Apa Saja Yang Termasuk Data Pribadi dan Mengapa Sangat Berharga?

Data pribadi adalah informasi yang bisa digunakan untuk mengenali atau melacak identitas seseorang. Data ini sangat bernilai dan berpotensi untuk disalah gunakan oleh perusahaan-perusahaan iklan ilegal atau pelaku kejahatan digital. Contoh data pribadi yang sering diambil saat kita meng-install aplikasi:

  • Nama lengkap sesuai kartu identitas,
  • Nomor kontak dan email aktif,
  • Deteksi lokasi real-time,
  • Kontak orang lain yang disimpan,
  • Foto atau video,
  • Informasi perangkat,
  • Informasi pribadi yang terhubung pada m-banking atau e-wallet.


Bagaimana Aplikasi Bisa Mengambil Data Pengguna?

Pernahkan kamu membaca detail pop up perizinan akses saat baru saja menginstall aplikasi? Banyak pengguna yang tidak sadar bahwa setiap melakukan install aplikasi baru, mereka seringnya langsung memilih tombol “Izinkan” tanpa membaca detail izin yang diminta. Hal itu dapat menjadi celah bagi para pengembang aplikasi scam untuk mengakses data pribadi kamu. Berikut adalah beberapa cara bagaimana aplikasi bisa mengambil atau mengakses data pribadimu:

  • Melalui izin akses (permission),
  • Dari kebijakan dengan istilah atau bahasa yang sulit dipahami dan panjang,
  • Melalui aktivitas pengguna di dalam aplikasi,
  • Dari integrasi dengan aplikasi lain,
  • Dari file atau media yang tersimpan di perangkat.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua pengambilan data bersifat berbahaya, tapi akan menjadi masalah jika data diambil tanpa transparansi dan disebarluaskan secara tidak bertanggung jawab.


Jenis Aplikasi Yang Berpotensi Mengambil Data Pribadi

1.Aplikasi Gratis dengan Izin Berlebihan

Aplikasi gratis sering menjadi jebakan karena:

  • Permintaan izin akses yang tidak sesuai fungsi,
  • Mengumpulkan data untuk iklan atau dijual ke pihak ketiga.

Contoh permintaan izin akses yang patut untuk dicurigai seperti aplikasi senter yang meminta akses ke kontak, mikrofon, lokasi. Hal ini tidak wajar jika dilihat dari kegunaan aplikasi senter itu.


2.Aplikasi Pinjaman Online Tidak Resmi (Tidak Diawasi OJK)

Aplikasi pinjaman ilegal sering meminta akses kontak, galeri foto, atau riwayat panggilan. Data tersebut sering digunakan untuk meneror pengguna, melakukan pengancaman akan menyebarkan data pribadi, ataupun intimidasi jika terjadi keterlambatan pembayaran.


3.Aplikasi MOD atau Tidak Resmi

Aplikasi yang dimodifikasi memiliki resiko yang lebih besar dibanding aplikasi aslinya. Kenapa begitu? Aplikasi yang dimodifikasi biasanya:

  • Tidak melewati sistem keamanan resmi yang sesuai standar,
  • Disusupi malware atau spyware,
  • Dapat mencuri akun dan data login pengguna.


4. Aplikasi Media Sosial atau Chat Tidak resmi

Hampir sama dengan aplikasi MOD, aplikasi media sosial atau chat yang tidak resmi ini biasanya diperuntukkan bagi pengguna yang ingin melakukan mode penyamaran atau spesifikasi device yang tidak mumpuni jika menggunakan aplikasi resmi. Celah ini lah yang dimanfaatkan oleh pengembang ‘nakal’ untuk:

  • Mencuri username dan password pengguna,
  • Mengakses pesan pribadi,
  • Mengambil riwayat komunikasi dengan pengguna lain.


5.Aplikasi Tanpa Kebijakan Privasi Yang Jelas

Beberapa hal yang perlu diperhatikan namun jarang dilakukan oleh pengguna sebelum menginstall aplikasi ada membaca kebijakan privasi dan syarat ketentuan. Padahal, aplikasi yang tidak mencantumkan Kebijakan Privasi (Privacy Policy) atau yang sudah mencantumkan namun dengan tatanan bahasa yang tidak spesifik dan tidak transparan dalam penggunaan data pengguna dapat menjadi indikasi bahwa aplikasi tersebut kemungkinan bisa merugikan kita suatu saat nanti.

Sehingga, sebelum melakukan proses install aplikasi, disarankan untuk mempelajari dulu kebijakan privasi dan syarat ketentuan penggunaan aplikasi agar kita tahu data apa saja yang akan diambil dan peruntukannya.


Dampak Jika Data Pribadi Disalahgunakan

Kerugian yang akan dialami jika data pribadi bocor serperti:

  • Penipuan online,
  • Pembajakan akun media sosial,
  • Saldo E-Wallet dapat dikuras habis tanpa persetujuan,
  • Penyalahgunaan identitas untuk suatu tujuan tertentu,
  • Teror digital dan spam berlebihan,
  • Kerugian financial dan psikologis,
  • Memunculkan iklan-iklan di device dengan berlebihan dan tidak terkontrol.


Kesimpulannya, dengan mengenali aplikasi sebelum melakukan proses install dapat menjadi salah satu solusi yang bisa kita lakukan untuk terhindar dari kejahatan digital. Banyak ancaman mengintai yang bersembunyi atau terang-terangan bahkan di aplikasi yang kita anggap aman. Stay safe dan smart yaa manteman. Hubungi Platka untuk sharing lebih lanjut. See yaa



1