Article

Tren Pembayaran Digital dan Dampaknya Terhadap UMKM di Indonesia

5 min read 23 views
Tren Pembayaran Digital dan Dampaknya Terhadap UMKM di Indonesia

Pembayaran digital sudah menjadi bagian penting dalam ekosistem bisnis di Indonesia. Mulai dari E-Wallet (dompet digital), QRIS, sampai dengan sistem pembayaran berbasis bank. Sehingga, transformasi ini mendorong UMKM untuk beradaptasi agar tetap kompetitif. Pembahasan di bawah ini akan mengulas tentang tren pembayaran digital serta bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan UMKM.


1.Perkembangan Pembayaran Digital di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita dihadapkan pada perkembangan teknologi dalam sistem pembayaran. Pemerintah dan pelaku industri mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui berbagai inisiatif seperti:

  • QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang memudahkan transaksi atau proses bayar  lintas platform.
  • Dompet digital atau E-Wallet seperti GoPay, ShopeePay, DANA, dan OVO.
  • Mobile banking dan online payment gateway.
  • Contactless payment yang makin populer di pusat perbelanjaan dan retail.

Tren ini didukung oleh meningkatnya penggunaan smartphone dan penetrasi internet yang mencapai leboh dari 75% populasi.


2.Faktor Yang Mendorong Adanya Pembayaran Digital

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi para pelaku UMKM beralih menggunakan sistem pembayaran digital.

a. Kemudahan dan Kecepatan Transaksi

Transaksi sudah dapat dilakukan hanya dengan pemindaian QR Code saja tanpa memerlukan uang tunai yang nantinya harus menyiapkan uang kembalian.

b.Biaya Operasional Lebih Rendah

Yang dimaksud disini adalah, pelaku UMKM tidak perlu lagi menukar uang untuk stok uang kembalian ataupun menyediakan mesin EDC yang harganya cukup mahal. Contoh saja QRIS, yang dapat digunakan hanya dengan print out sederhana saja.

c.Tercatat Secara Otomatis

Setiap transaksi yang masuk dalam sistem maka akan dicatat lengkap riwayatnya sehingga owner bisa mendapatkan laporan transaksi instan.


d.Mendukung Pembelian Generasi Digital

Generasi millennial, Gen Z, bahkan Gen Alpha saat ini lebih nyaman menggunakan e-wallet dan aplikasi mobile banking karena dirasa lebih simple.


3.Dampak Positif Pembayaran Digital Terhadap UMKM

a.Meningkatkan Penjualan dan Peluang Pasar

UMKM yang menyediakan pembayaran digital berpotensi dapat menjangkau konsumen yang lebih banyak, khususnya bagi orang-orang yang tidak suka membawa uang tunai. Pelanggan cenderung memilih penjual yang menyediakan banyak opsi pembayaran.

b.Peningkatan Efisiensi Operasional

Dengan adanya pembayaran digital, penjual tidak harus menghitung manual uang dan kembalian untuk konsumen, sehingga akan meminimalisir resiko kesalahan kas dan kebocoran keuangan dapat di tekan. Proses pembayaran pun lebih cepat sehingga bisa melayani lebih banyak pembeli.

c.Memudahkan Manajemen Keuangan

Data transaksi yang otomatis tercatat membantu UMKM untuk melakukan:

  • Perencanaan stok
  • Analisis penjualan
  • Laporan pajak
  • Audit keuangan.

d.Mudah Mendapatkan Pembiayaan

Banyak lembaga keuangan kini memanfaatkan rekam jejak transaksi digital sebagai alternatif penilaian kredit. UMKM dengan transaksi digital yang sehat berpeluang lebih besar mendapatkan pinjaman modal sehingga dapat membantu perkembangan usahanya nanti.


e.Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Adanya sistem pembayaran terintegrasi dapat dianggap bahwa UMKM atau usaha tersebut lebih profesional sehingga membangun citra positif dan engagement antara perusahaan dengan konsumen.


4.Tantangan dan Resiko Bagi UMKM

Meski membawa banyak manfaat, digitalisasi pembayaran juga memiliki tantangan seperti:

a.Resiko Keamanan Siber

UMKM harus memahami keamanan digital agar terhindar dari phirshing, penipuan, atau kebocoran data.

b.Biaya MDR (Merchant Discount Rate) 

Pada beberapa pedagang, biaya MDR ini masih jadi pertimbangan walaun tarif QRIS sudah diturunkan secara bertahap.

c.Keterbatasan Pengetahuan Teknis

Walaupun jaman sudah modern dan serba digital, namun tidak semua pelaku UMKM familiar dengan penggunaan aplikasi keuangan dan analitik.

d.Ketergantungan Pada Jaringan Internet

Salah satu issue yang dialami saat menggunakan metode QRIS yaitu gangguan sinyal. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah terpencil.


5. Strategi UMKM Mengoptimalkan Pembayaran Digital

a.Menggunakan QRIS sebagai standar

QRIS saat ini masih menjadi solusi termurah dan paling praktis karena mendukung hampir semua e-wallet dan mobile banking.

b.Mengintegrasi pembayaran dengan sistem POS

Sistem Point of Sale modern memudahkan pemilik usaha memantau transaksi real-time.

c.Edukasi internal tentang keamanan digital

Pemilik dan karyawan perlu memahami penggunaan PIN, OTP, serta cara menghindari link yang mencurigakan sebagai antisipasi terjadinya penipuan.

d.Manfaatkan program promosi dari e-wallet

UMKM dapat meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan cashback atau promo yang disediakan oleh platform digital.


Kesimpulannya, tren pembayaran digital dapat menjadi solusi untuk mempermudah transaksi, tetapi juga membawa dampak besar bagi percepatan pertumbuhan UMKM. Dengan penggunaan yang tepat, UMKM bisa meningkatkan efisiensi, penjualan, dan daya saing. Tantangan seperti keamanan dan literasi digital tetap harus diantisipasi, namun manfaat yang ditawarkan jauh lebih besar untuk mendorong UMKM naik kelas di era ekonomi digital. Mau diskusi laebih lanjut? Segera hubungi kami dan realisasikan aplikasi impianmu.



1